Aglaonema Berdaun Indah

Aglaonema berdaun indah

Aglaonema Berdaun Indah

Aglaonema Berdaun Indah : Aglaonema atau dalam bahasa Indonesia sering disebut ‘Sri Rejeki’ merupakan tanaman hias yang akhir-akhir ini banyak diminati oleh masyarakat pecinta tanaman. Nama Aglaonema berasal dari bahasa Yunani dari kata ‘Aglos’ yang berarti terang dan ‘Nomos’ yan berarti benang atau benang sari. Selain nama Aglaonema, tanaman ini juga dikenal dengan nama Chinese evergreen. Nama ini diberikan sebagai simbol bahwa orang China lah yang pertama kali membudidayakan tanaman ini. Nama Chinese evergreen sebenarnya lebih mengacu kepada salah satu spesies aglaonema yaitu A. modestum, namun kalangan pecinta tanaman hias kemudian menggunakan nama ini untuk menyebutkan untuk semua jenis Aglaonema. Dan masyarakat China sendiri, tanaman Aglaonema lebih dikenal dengan sebutan ‘wan neien ching’, sedangkan masyarakat di Thailand, menyebut tanaman ini dengan nama ‘siamese rainbow’.

Aglaonema termasuk tanaman hias daun, yaitu tanaman hias dengan daya tarik utama terletak pada keindahan daun-daunnya. Bentuk daun tanaman Aglaonema sebenarnya sederhana. Hampir tidak ada variasi pada bentuk, modifikasi fisik helaian atau perforasi daun. Daya tariknya terletak pada warna dan motif warna helaian daun yang variatif. Sebagai tanaman hias dalam ruangan (indoor), aglaonema umumnya ditempatkan di teras atau bagian dalam rumah. Kehadiran tanaman ini dalam ruangan memberikan impresi keanggunan yang menyejukkan mata orang yang memandangnya.

Keindahan sosok tanaman ini membuat popularitasnya tidak hanya dikenal di kawasan Indonesia atau Asia Tenggara saja, melainkan kebelahan bumi yang lainnya. Di kawasan Eropa dan Amerika Serikat, tanaman ini juga sudah lama dikenal sebagai tanaman hias dan digunakan dalam ruangan. Meskipun demikian, ada perbedaan selera masyarakat penggemar tanaman hias ini. Di Eropa dan Amerika Serikat, masyarakat lebih menyukai aglaonema dengan daun berwarna hijau atau bernuansa hijau, sedangkan di Asia, penggemar tanaman hias ini lebih menyukai tanaman dengan corak warna daun cerah seperti merah, oranye dan kuning.

Mengenal Anglaonema & Cara Pembiakannya

Aglaonema berdaun indah

Aglaonema berdaun indahAglaonema berdaun indah

Aglaonema Berdaun Indah : Aglaonema (Chinese ever green) merupakan tanaman hias daun yang berasal dari daerah tropis basah. Aglaonema berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata Aglos yang berarti terang dan Nema yang berarti benang (benang sari). Dengan demikian aglaonema dapat diartikan sebagai energi ‘terang’. Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan nama sri rejeki, dan di China tanaman ini dikenal dengan nama wan neienching. Penamaan Chinese ever green sebenarnya untuk jenis A.modestum, karena bangsa China yang pertama kali membudidayakan tanaman ini.

Aglaonema termasuk famili Araceae, secaraalami berbunga unisexual dan dichogamy. Jumlahkromosom bervariasi dari 2n=42 sampai 60 ataubahkan 120 tergantung spesies. TanamanAglaonema diperkirakan berasal dari China hingga Asia Tenggara, meliputi Thailand, Birma, Malaysia, Indonesia, Papuanugini, hingga selatan Filipina. Terdapat beberapa spesies yang telah dibudidayakan secara umum yaitu A.modestum (chinese ever green), A. commutatum (ribbon evergreen), A. costatum, A. oblongifolium, A. robellini dan A. crispum.

SYARAT TUMBUH

Aglaonema Berdaun Indah : Tanaman ini mempunyai daya adaptasi ketinggian yang luas di daerah tropis dari dataran rendah hingga tinggi bebas frost, sehingga pada daerah tropis seperti Indonesia, secara umum aglaonema tidak membutuhkan lokasi dengan persyaratan iklim tumbuh yang spesifik. Pada habitat aslinya, tanaman ini lebih menyukai tempat dengan intesitas cahaya matahari yang tidak terlalu terik dan terlindungi. Adapun faktor pembatas iklim dalam kualitas
pertumbuhan aglaonema adalah cahaya dan suhu yang ekstrim

PEMBIAKAN TANAMAN

Aglaonema termasuk tanaman yang mudah berkembang biak, kecuali pada jenis-jenis tertentu. Hasil pembiakan yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan tanam dapat berupa biji, setek batang berakar, pemisahan anakan maupun hasil kultur jaringan (tissue culture).

MEDIA TANAM

Secara umum media tanam yang banyak digunakan adalah berupa bahan yang mempunyai kapasitas menahan air yang besar dan mempunyai aerasi serta drainase yang baik. Beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai media tanam adalah sekam bakar, humus bambu, pasir, coco peat, serutan kayu, arang kayu kecil, dan peat moss.

Perbanyakan konvensional satu tunas beberapa asesi Aglaonema

Aglaonema Berdaun Indah : Aglaonema pada umumnya dapat diperbanyak dengan menggunakan biji, pemisahan anakan dan stek batang. Pada hampir semua jenis kultivar/spesies, perbanyakan dengan stek batang merupakan cara yang paling banyak dipraktekan pada skala komersial. Stek mata tunas tunggal dengan batang terbelah diharapkan mampu menginduksi setiap mata tunas untuk membentuk tanaman baru, sehingga dapat meningkatkan jumlah tanaman yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh umur buku/mata tunas terhadap stek tunas tunggal dengan batang terbelah ini pada beberapa aksesi Aglaonema. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias dari bulan Maret hingga September 2006 dengan menggunakan RCBD dengan 10 ulangan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara aksesi aglaonema dengan umur buku pada semua parameter yang diamati. Namun demikian, penapilan stek batang sangat bervareasi antar aksesi yang dicoba . A. Pseeudobracteatum memperlihatkan kapasitas pengakaran dan pertumbuhan tunas yang lebih baik dibandingkan tiga aksesi lainnya, yaitu A. Crispum, A. Philippinensis var. Stenophyllum f. Longifolium dan A. Commutatum. Kapasitas pengakaran dan pertumbuhan tunas stek juga di pengaruhi oleh umur buku. Stek mata tunggal dengan batang terbelah dari buku bagian tengah batang memperhatikan perporma yang lebih baik dibandingkan dengan bagian pucuk dan bagian pangkal batang.

Pengaruh Kombinasi Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Sitokinin terhadap Pertumbuhan Aglaonema

Aglaonema Berdaun Indah : Pertumbuhan dan kualitas Aglaonema dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya media tanam dan aktivitas hormonal. Penggunaan media tanaman alternatif selain pakis dan hormon seperti sitokinin penting untuk diketahui. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui pengaruh kombinasi tiga komposisi media tumbuh sebagai media alternatif serta pemberian sitokinin terhadap pertumbuhan dan kualitas Aglaonema Fit Langsit. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran mulai Bulan Mei sampai dengan Agustus 2008. Komposisi media tanam yang digunakan yaitu arang sekam, cocopeat, dan zeolit dengan perbandingan (2:2:1), (3:2:1), (4:2:1), dan sebagai kontrol digunakan pakis, humus, pasir malang, dan cocopeat (2:1:1:1) yang dikombinasikan dengan pemberian sitokinin dengan konsentrasi 0, 50, dan 100 ?l/l yang disemprotkan pada daun setiap 2 minggu sekali.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi arang sekam, cocopeat, dan zeolit (3:2:1) disertai sitokinin 50 ?l/l memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya dalam memperpanjang dan memperlebar ukuran daun, sehingga dapat meningkatkan kualitas tanaman Aglaonema menjadi lebih rimbun dan kompak karena semakin meningkatnya ukuran daun.

AGLAONEMA 

By… Kaos Distro

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Beli Aglaonema