Kesalahan yang bisa berakibat kematian aglaonema

Kesalahan yang bisa berakibat kematian aglaonema

AGLAONEMA : Meskipun merawat bunga jenis ini sebenarnya cukup mudah dan tidak memerlukan keahlian tertentu, akan tetapi apabila kita salah dalam melakukan perawatan si ratu daun tersebut akan bisa fatal akibatnya. Kelalaian dan kesalahan perawatan bisa berakibat aglaonema teraniaya bahkan berakhir dengan kematian.

Kesalahan-kesalahan yang bisa menyengsarakan aglaonema, antara lain :

Kekeringan. Sebagaimana diketahui bahwa aglaon

Sinar matahari yang berlebihan. Aglaonema tidak tahan dengan sinar matahari yang berlebihan, di habitat aslinya aglaonema tumbuh di bawah pohon-pohon besar. Oleh karenanya, ketika dipelihara di rumah penempatan aglaonema perlu diatur agar dia hanya terkena sinar matahari 40% saja, apabila dia ditempatkan dibawah sinar matahari penuh maka daunnya menjadi kusam, layu, kemudian mati.

Media tanam telalu padat dan keras. Sebenarnya yang dibutuhkan aglaonema adalah media tanam yang ringan dan mampu menahan air, sehingga apabila media tanam terlalu padat tentu akan sangat mengganggu perakarannya. Idealnya, media tanam yang tepat adalah yang ringan, kaya unsur hara, dan mampu menahan air. untuk memenuhi kebutuhan itu, media tanam yang dianjurkan adalah campuran antara humus, sekam bakar, pakis, dan cocopeat, dengan perbandingan 1:1:1:1

Kesalahan pemupukan.Sebagus apapun media yang digunakan, pemupukan tetap harus dilakukan, sehingga tanaman tidak kekurangan unsur hara. Akan tetapi, pemupukan harus dilakukan secara berimbang, dan jangan berlebihan, pemupukan yang dilakukan secara berlebihan justru akan berakibat fatal baginya. Dalam hal pemupukan, sangat dianjurkan penggunaan pupuk yang slow release (seperti dekastar) sehingga pemupukan bisa terkendali untuk waktu yang lama.

ema adalah tanaman yang memerlukan kelembaban tinggi, kekurangan dalam penyiraman menjadikan media tanam mengering dan tingkat kelembaban menurun, pada akhirnya mengakibatkan aglaonema menjadi layu kemudian mati.

Beberapa hal diatas, tentu harus mendapat perhatian bagi siapapun penghobbi aglaonema, agar si ratu dapat tumbuh sehat dan rimbun.

PEMUPUKAN TERBAIK UNTUK AGLAONEMA

Pupuk Terbaik Aglaonema

AGLAONEMA : Banyak persepsi yang mengatakan kalau aglaonema harus menggunakan unsur yang netral/seimbang saat pemberian unsur makro, terutama NPK. Namun sebenarnya, ada dua unsur yang memberikan efek paling berpengaruh pada tampilan aglaonema dewasa. Fosfor dengan simbol P dan kalium dengan simbol K, keduannya merupakan kunci mendapatkan aglaonema berkualitas.

Unsur NPK (Nitrogen Fosfor Kalium) memang unsur makro yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan, sehingga hampir semua pupuk akan mengambil unsur ini sebagai poin penting. Hanya yang membedakan adalah jumlah komposisi dan kandungan zat terlarut yang dimasukkan.

Kondisi perbedaan komposisi NPK memang harus dilakukan untuk menyesuaikan dengan tahapan usia tanaman. Sebab saat bibit, remaja, dewasa, dan indukan punya kebutuhan unsur makro yang tak sama. Jadi untuk perkembangan maksimal, kebutuhan pupuk juga harus menyesuaikan, agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan.

Aglaonema memang unik, karena pertumbuhan tanaman diupayakan untuk menghasilkan tanaman yang sehat dan mampu mengeluarkan karakter warna. Di sini, kebutuhan kedua faktor itu bisa dipenuhi dengan mengandalkan unsur P dan K yang mempunyai komposisi lebih besar. Namun bukan berarti Nitrogen (N) dilupakan, karena unsur ini tetap dibutuhkan, tapi untuk usia aglaonema dewasa kebutuhan unsur ini tak terlalu besar.

Unsur P dalam bentuk H2 PO4-HPO4 2 -sangat penting untuk proses respirasi yang ada di bawah permukaan daun melalui stomata. Selanjutnya untuk regenerasi, yaitu membentuk pembelahan sel. Fosfor juga berperan penting dalam penyusunan asam nukleat dan molekul ATP untuk transfer energi.

PEMUPUKAN TERBAIK UNTUK AGLAONEMA : Baik bila terjadi proses yang terjadi di permukaan daun, seperti respirasi dan transfer energi, maka otomatis struktur yang dimiliki juga mengikutinya. Pada daun aglaonema akan membuat daun terlihat lebih mengkilat dan warna lebih keluar. Sebab, P juga mendukung proses fotosintesis sebagai pabrik pengolahan makanan di tanaman.

Gejala kekurangan unsur P akan menyebabkan,warna hijau daun lebih gelap dari yang normal. Selain itu, daun di bagian bawah sering berwarna keunguan, terutama diantara tulang-tulang daun. Parahnya, di tahap kritis daun akan terlihat rapuh dan mudah layu, seperti tak mempunyai kekuatan untuk berdiri dan akhirnya menghambat pertumbuhan daun baru aglaonema.

Dari paparan itu, jelas penting untuk memenuhi kandungan P dalam pot aglaonema. Sebab, sebagai tanaman yang dipelihara dalam pot sirkulasi unsur hara lebih rendah dibandingkan penanaman dalam tanah, sehingga wajib diberikan unsur tambahan dengan memberikan pupuk NPK. Selain dari kimia, unsur P juga bisa didapat dari humus bambu. Namun perlu dijaga sterilisasinya.

Unsur lain yang juga memegang peranan penting adalah Kalium (K) dalam bentuk ion K+ yang larut dalam air tanah. Kalium akan memberikan bantuan untuk pembentukan protein dan karbohidrat. Selain itu, juga memperkuat jaringan tanaman sekaligus membentuk anti-bodi untuk melawan penyakit. Unsur ini juga ikut mengaktifkan enzim, terutama yang terkonsentrasi pada jaringan meristem.

Kekurangan unsur ini jelas akan membuat tanaman mudah terserang penyakit dan ini tentu akan merusak keindahan aglaonema. Struktur daun bisa berubah dan berwarna kuning dimulai dari tepi daun menuju ke pusat/tengah dan akhirnya mati. Di bagian akar akan menyebabkan kekerdilan yang berujung berkurangnya kemampuan untuk menyerap makanan, sehingga tanaman akan kekurangan nutrisi.

Menghindari hal itu, tentu harus ada asupan lebih unsur K yang membuat tanaman tahan penyakit dan punya struktur kuat, baik dari batang, tangkai daun maupun daun.

Untuk memilih kadar P dan K yang lebih tinggi, caranya mudah. Selain bertanya pada pejual, bisa juga dilihat pada kemasan. Saat membeli pupuk, pasti akan terlihat tiga kombinasi angka yang sejajar. Contohnya 10-15-18, kombinasi ini menandakan kadar unsur secara berurutan, mulai dari N, P, dan K. Jadi, kadar unsurnya adalah N-10%, P-15% dan K-18%. (Tabloid Galery, 6/8/2008)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Beli Aglaonema