Segarnya Aglaonema Daun Hijau tidak kalah dengan aglaonema yang merah

Segarnya Aglaonema Daun Hijau tidak kalah dengan aglaonema yang merah

AGLAONEMA :  memang enggak ada matinya. Kini, Aglaonema daun hijau sedang banyak dicari. Berkat persilangan, warna dan corak daunnya amat beragam. Pecinta tanaman mana yang tak kenal Aglaonema (Aglaonema sp.)?

Jika tak begitu akrab dengan nama Aglaonema, orang pasti akan lebih mengenalnya dengan sebutan tanaman Sri Rejeki. Tanaman tropis berdaun cantik ini merupakan varian tanaman dari keluarga Araceae. Aglaonema memiliki daya pikat pada warna dan corak daunnya yang berbeda-beda.

Lihat saja Aglaonema non hibrida, yang pada umumnya berdaun hijau, namun tetap cantik dengan corak daun yang unik. Sementara, Aglaonema hibrida daunnya lebih beragam, dengan dominasi warna kemerahan, kuning, dan jingga.

Setelah melalui persilangan, Aglaonema yang aslinya berdaun hijau ini memang mengalami perubahan corak warna daun, seperti menjadi merah atau pink. Aglaonema merah inilah yang beberapa tahun terakhir ini menjadi incaran orang, bahkan pernah menjadi buah bibir di antara para pecinta tanaman hias dunia.

Orang-orang Asia memang lebih menyukai Aglaonema berdaun merah. Padahal, para pecinta tanaman hias dari Amerika justru lebih menyukai Aglaonema daun hijau. “Memang, dari segi harga yang daun merah lebih mahal, sedangkan yang hijau bisa setengah harganya,” tutur Ukay, dari An-Nisa Flora.

Namun, kini harga Aglaonema, termasuk yang berdaun merah, semakin terjangkau. Dulu, bagi kalangan tertentu, Aglaonema merah masih dianggap mahal. Setelah harga-harga itu dikoreksi, jadi bisa terjangkau masyarakat luas. “Peminatnya pun tak hanya di Jakarta saja, tapi juga merambah ke daerah Lombok, Gorontalo (Sulawesi).”

Selain lebih murah, merawat Aglaonema hijau lebih mudah dibanding Aglaonema daun merah. Pembiakannya pun sangat mudah. Dalam waktu 4-5 bulan saja sudah bisa menghasilkan tunas baru. Dari tunas ini bisa dipisahkan dari induknya, kemudian menjadi tanaman baru.

Menurut Ukay, untuk menghasilkan daun merah jelas lebih sulit karena harus dilakukan persilangan dengan induk jantan dari Aglaonema daun merah. Sementara ratundumnya pun (cawang) agak sulit dirawat. “Berbeda dengan persilangan daun hijau, lebih mudah karena sama-sama berwarna hijau,” jelas Ukay.

COCOK DI TERAS

Media tanaman yang dipakai untuk menanam Aglaonema sama seperti halnya tanaman hias lain. Campuran arang sekam, cocopeat (serbuk sabut kelapa), pasir malang, kapur penetral pH tanah, dan pupuk slow release. Kesuburan serta cerahnya warna hijau daun yang dihasilkan, sangat tergantung pada lokasi di mana tanaman itu tumbuh.

Ukay yang membiakkan Aglaonema di daerah Sawangan, Depok ini memiliki kendala dengan cuaca di lokasi ini. “Di Sawangan curah hujannya sangat tinggi, sehingga sirkulasi udaranya tidak cepat. Udara jadi lembap dan susah kering. Makanya, daun Aglaonema jadi tertutup lumut dan berwarna kusam seperti kena debu. Warnanya jadi tidak terang dan menarik seperti aslinya.”

Sehingga, saran Ukay, sebaiknya Aglaonema jangan ditanam di lokasi yang memiliki tingkat kelembapan tinggi atau bercurah hujan tinggi. “Aglaonema senang berada di tempat lembap, tapi udaranya harus kering. Idealnya harus ditanam di tempat dengan kelembapan rendah agar lumut tidak terpancing tumbuh,” papar Ukay sambil menyarankan menyiraminya 2-3 hari sekali.

Jika daun Aglaonema tertutup lumut, kata Ukay, agak sulit membersihkannya. Sebab, lumut menempel kuat di daun. Namun, tetap ada cara mudah yang bisa dilakukan untuk membersihkannya. Gunakan spons busa, basahi dengan deterjen. Gosok perlahan-lahan di permukaan daun yang berlumut. Daun pun akan kembali cerah.

Yang juga penting diperhatikan, lanjut Ukay, media tanamnya harus porous. Artinya, meski hujan, airnya harus bisa langsung terbuang dari media tanam. Sebab, jika media tanamnya dirasa tidak cocok, akan terjadi pembusukan akar. Akan tetapi, imbuhnya, sebenarnya Aglaonema daun hijau merupakan pot plant yang lebih cocok diletakkan di atas meja atau di teras depan rumah, sehingga berkesan lebih mewah.

Kendati pamornya masih kalah dibanding yang berdaun merah, menurut pengamatan Ukay, Aglaonema daun hijau yang hijau tetap masih dicari. “Misalnya yang Snow White dan Milkyway, setiap kali ada pameran pasti habis terjual. Sebab, yang berdaun hijau itu tetap cantik dipandang, lho. Malah, warna hijau lebih sehat untuk mata, daripada melihat sekelompok Aglaonema daun merah yang bisa membuat sakit mata,” guaru Ukay.

JENIS-JENIS AGLAONEMA HIJAU

Tahukah Anda, Aglaonema daun hijau memiliki banyak jenis dengan corak daun yang berbeda dan unik? Sebut saja Aglaonema Snow White. Milkyway, A. communtatum, atau A. cochin.

Keterangan Gambar:

1. Varietas baru, belum memiliki nama. Bentuk daunnya lebih membulat dengan panjang 40-50 cm, dan lebar 25 cm. Pada varietas lama, daunnya lebih panjang. Warna daunnya hijau muda bergaris-garis hijau tua.

2. milkyway, garis putihnya cukup menyolok dan warnanya terlihat kontras.

3. Snow White merupakan varietas yang paling populer. Jika disimpan di tempat teduh, daunnya cenderung akan menjadi lebih kuning.

4. Daun Aglaonema hijau mengalami mutasi dari hijau tua menjadi bintik-bintik putih. Sementara di balik daun, warnanya lebih muda. Varietas lama yang ada di Indonesia, termasuk tanaman yang banyak dicari orang. Biasanya disebut Tutul-tutul atau Sri Rejeki atau Beras Tumpah.

5. Persilangan A.costatum dan A.Cochin, hasilnya akan didapat motif daun A.cochin, tapi batangnya A.costatum, yang biasanya tegak jadi lebih melebar.

6. Hasil perbaikan dari Aglaonema mini, varietasnya lebih banyak dan biasanya ukurannya lebih kecil.

7. Hasil persilangan A.stenophyllum, biasanya daun berbentuk lancip dan memanjang, warnanya cenderung hijau dan lebih tebal. Anakan pertama, daunnya lebar, tapi makin ke atas makin kecil.

8. Silangan A.cochin dan A.commutatum, biasanya tangkainya panjang, tapi yang ini pendek, dengan lebar 1-2 cm. Bentuk daunnya pun terlihat kompak.

9. Belum memiliki nama. Daunnya sangat tebal dan bulat dengan lebar 30×25 cm. Warna daun sangat beraturan, mulai dari hijau tua, sedang, dan muda.

10. Hasil perbaikan yang membesar. Bentangan tajuknya mencapai di atas 1 meter.

11. Persilangan A.costatum dan A.brevispathum, keunikannya terletak pada warna tulang daun yang tetap putih, bentuk daun bulat dengan panjang 40 cm dan lebar 30 cm. Ada yang bermotif garis-garis.

12. Aglaonema dari Filipina, memiliki buah. Jika sudah matang, buahnya berwarna merah. Untuk pembiakan, buah dibuka, disimpan dulu 1-2 hari, lalu disemai. Hasilnya akan persis seperti induknya. Keunikan lainnya, jika belum berbatang, bentuknya mirip Homalomena.

13. Aglaonema Lipstick dengan warna daun hijau putih. Tidak memiliki motif, warna daun semua hijau. Besar dan diameter daun di atas 1 meter.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


WhatsApp us