Usaha Aglaonema Masih Potensial

Usaha Aglaonema Masih Potensial

Usaha Aglaonema : MESKI tidak lagi se-booming beberapa tahun lalu, menekuni usaha tanaman hias aglaonema tidak ada ruginya. Bahkan, dinilai masih memiliki potensi bisnis yang bagus, mengingat peminat terhadap tanaman khas Asia Tenggara ini masih cukup banyak.

menekuni usaha tanaman hias aglaonema tidak ada ruginya. Bahkan, dinilai masih memiliki potensi bisnis yang bagus

menekuni usaha tanaman hias aglaonema tidak ada ruginya. Bahkan, dinilai masih memiliki potensi bisnis yang bagusSeperti dituturkan Suwandi Wiharjo, salah satu penghobi tanaman aglaonema asal Muntilan, Kabupaten Magelang bahwa, usaha tanaman ini memang masih potensial. Meskipun diakuinya tanaman yang namanya diambil dari bahasa Yunani Aglos (sinar) dan Nema (benang) ini tidak lagi booming.

“Aglaonema pernah booming dan saya pernah mengalaminya. Itu terjadi beberapa tahun lalu, terlihat dari harganya yang gila-gilaan. Sekarang, sudah tidak booming lagi dengan harga yang stabil,” ujarnya kepada Suara Merdeka pada kesempatan pameran, belum lama ini.

Pria yang akrab disapa Mbah Wawan ini mengutarakan, ada banyak jenis aglaonema yang bisa dibudidayakan di tanah Magelang. Seperti moon light, veronica gold, trisna gold, goliat, romantic love, neskia, maheswara, helloy kity dan lainnya.

“Harganya juga bervariasi dari yang murah sekitar Rp 15 ribuan per pot sampai yang Rp 1 juta per helai daun. Kalau dulu saat booming harga bisa puluhan bahkan ratusan juta. Sekarang, hampir tidak ada yang sampai puluhan atau ratusan juta,” katanya.

Tiap Daun 

Menurutnya, masih eksisnya tanaman hias aglaonema, karena sejumlah faktor, salah satunya keindahan. Keindahan tiap helai daun mampu menarik perhatian, bahkan sampai meluluhkan hati pencinta tanaman hias.

“Ada yang model daunnya lebat, sehingga terlihat eksotis. Ada pula yang tiap helai memiliki tekstur yang indah, sehingga sangat enak dipandang. Tentu penilaian pada masing-masing orang berbeda, tapi umumnya begitu,” paparnya yang menekuni bisnis aglaonema sudah cukup lama.

Ia menyebutkan, faktor lain yang membuat eksis bisnis tanaman ini adalah kelangkaan. Banyak pecinta aglaonema yang kepincut garagara tanaman itu langka di pasaran. Untuk menebusnya tentu tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan.

Dua faktor ini pula yang seringkali menjadi acuan dalam setiap ajang lomba aglaonema dari tingkat lokal hingga nasional. Dewan juri akan menilai dari sisi keindahan dan kelangkaan tanaman itu, sehingga berhak menyandang predikat juara.

“Itulah kenapa bisnis aglaonema masih bertahan sampai sekarang. Termasuk masih banyak penghobi yang giat merawat dan menjualnya. Begitu pula ada komunitas penghobi yang aktif kumpul dan ikut lomba, sehingga terbentuk jejaring yang kuat,” urainya.

Di Magelang, imbuh Mbah Wawan, sudah terbentuk komunitas pencinta aglaonema dengan anggota sekitar 40-50 orang. Mereka aktif berkegiatan bersama, termasuk ikut lomba bersama-sama dari tingkat lokal hingga nasional.

 

AGLAONEMA

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Beli Aglaonema